Hotel Pasar Baru Bogor

10/16/2015 06:31:00 PM
Hotel Pasar Baru Bogor - Di Kota Bogor masih menyimpan banyak bangunan kuno peninggalan masa penjajahan Belanda yang masih berdiri kokoh. Diantaranya adalah bangunan Hotel tertua di Kota Bogor tepatnya didalam Pasar Bogor yang terletak di Jalan Suryakencana Bogor Tengah. Nama Indonesianya adalah Hotel Pasar Baroe. Saat ini tidak banyak yang mengetahui bahwa hotel ini adalah hotel tertua di Kota Bogor selain Hotel Salak dan Hotel Belavue, namun Hotel Belavue telah dibongkar dan kini di lokasi tersebut berdiri pusat perbelanjaan Bogor Trade Mal (BTM).



Hotel Pasar Baroe ini berlantai dua di atas lahan seluas 1.200 meter persegi tersebut memiliki keunikan arsitektur, karena perpaduan antara arsitektur Eropa dan Tionghoa. Hotel Pasar Baroe mulai berkembang sejak beroperasinya kereta api dari Batavia ke Buitenzorg pada tahun 1873 hingga peralihan abad 20.



Hotel Pasar Baroe pada masanya menjadi primadona untuk para pelancong yang berkunjung ke Bogor selain Hotel Salak dan Hotel Belavue. Biasanya hotel Pasar Baroe dikunjungi oleh pelancong yang menjadi tempat pelesiran bagi warga Timur Asing seperti Tionghoa, Arab dan Bumiputera (Indonesia). Hotel Salak dan Hotel Belavue masa itu tergolong sangat mewah sehingga hanya dapat dinikmati oleh warga Belanda dan Eropa lainnya. Konon seorang pendiri Sjarikat Islam (SI) yang juga anggota pergerakan nasional yaitu Tirto Adhi Soerjo pada saat menjalan aktivitas atau kegiatan politiknya di Buitenzorg, seringkali menginap di Hotel Pasar Baroe. Pada masa itu, kawasan Hotel Pasar Baroe itu merupakan wilayah pertemuan antara Kelenteng Weg (Jalan Kelenteng Hok Tek Bio) dengan Pasar Weg (Jalan Pasar) pada masa kolonial Belanda.

Menurut Nyonya Lim Hie Nio (59), cucu pengurus Hotel Pasar Baroe yaitu Lim Siang Hien (84), Hotel Pasar Baroe beroperasi sejak jaman kolonial Belanda, kemudian hotel itu sempat dihuni oleh sejumlah keluarga dari Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) hingga berakhirnya peristiwa G.30 S/PKI. Hotel Pasar Baroe sudah dua kali bepindah tangan dari pemilik pertamanya. Awalnya, Hotel Pasar Baroe adalah milik Tan Kwan Hong yang sekarang tinggal di wilayah Jalan Perinstis Kemerdekaan atau biasa disebut Jalan Merdeka. Kemudian hotel itu dijual kepada keluarga Lim dan Lie.

Daerah Hotel Pasar Baroe memiliki keunikan karena merekam perkembangan Kota Bogor sekaligus mempertemukan budaya dan arsitektur Tionghoa-Eropa. "Pada tahun 1870 daerah di sekitar Hotel Pasar Baroe, yaitu Kelenteng Pasar Bogor masih sepi dan hanya tanah lapang. Baru pada tahun 1890-an hingga 1900-an awal, mulai banyak berdiri bangunan permanen di kawasan itu sehingga daerah Pasar Bogor dipenuhi bangunan berarsitektur khas hingga sekarang,” katanya.

Kini Hotel Pasar Baroe sedang tinggal menunggu nasibnya. Kayu yang menjadi dominasi bangunan tersebut, sudah mulai lapuk di makan usia. Selain itu juga kaca yang menutupinya juga banyak yang pecah. Informasi yang Bogornow peroleh Pasar Bogor akan mengalami peremajaan dan bekas hotel itu tidak tertutup kemungkinan akan terkena dampaknya yaitu akan dijadikan tempat bagi para Pedagan Kaki Lima. (Berita Bogor)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
June 7, 2016 at 12:27 PM delete

Sayang sekali. Ada warisan sejarah namun tidak mendapat perhatian dari pemerintah kota Bogor. Padahal jika ini diberi sedikit sentuhan renovasi namun tidak meninggalkan keaslian dari bangunan tersebut, mungkin hotel ini dapat beroperasi kembali sebagai mana mestinya. Atau hotel ini bisa dijadikan suatu hal yang berguna bagi masyarakat umum jika dibangun sebagai museum sejarah kota Bogor.

Reply
avatar