Kuliner Bogor

Wisata Bogor

Event Bogor

Recent Posts

Angkot di Bogor Akan Dipasangi AC

7/03/2017 04:33:00 PM Add Comment
Angkot di Bogor Akan Dipasangi AC - Pemerintah Kota Bogor akan memberikan bantuan berupa pemasangan air conditioner (AC) untuk setiap angkutan perkotaan (angkot) yang beroperasi di Kota Bogor. Program tersebut rencananya akan diwujudkan di tahun 2018 mendatang.




Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, bantuan AC itu berbarengan dengan peluncuran program "Menyongsong Angkutan Umum Yang Dilengkapi Dengan Pendingin Udara" oleh Kementerian Perhubungan, di Silang Monas Barat, Jakarta, Sabtu (1/7/2017).

"Kota Bogor dapat bantuan 10 AC. Selain Kota Bogor, yang dapat bantuan itu ada dari Kota Bekasi, Kota Tanggerang, dan DKI Jakarta," ucap Bima di Balaikota Bogor, Senin (3/7/2017).

Bima berharap, bantuan alat AC untuk angkot ini dapat ditambah secara bertahap mengingat jumlah angkot di Kota Bogor berjumlah 3.412 unit.

"Kalau bisa (alat AC) ditambah lagi 500-1.000 unit. Tentunya dengan hal ini diharapkan pengemudi angkot bisa lebih tertib dan diberikan seragam mungkin akan lebih baik", tambah Bima.

Penetapan angkot ber-AC sesuai dengan pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menargetkan, semua angkot harus ber-AC paling lambat Februari 2018 mendatang.(Berita Bogor)

Angkot Tanpa Rokok di Bogor

7/03/2017 04:30:00 PM Add Comment
Angkot Tanpa Rokok di Bogor - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, meluncurkan angkutan kota (angkot) sehat tanpa rokok sebagai komitmen memperkuat Bogor sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR).



Peluncuran angkot sehat tanpa rokok menandai peringatan Hari Tanpa Rokok Sedunia (HTTS) tingkat Kota Bogor, dipusatkan di Balai Kota, Rabu (31/5).

"Kota Bogor akan lebih memperkuat pengawasan menjadikan Bogor betul-betul sebagai kawasan tanpa rokok," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Bima menyebutkan, lahirnya Perda KTR Nomor 12 tahun 2009 bagi Kota Bogor sebagai keberhasilan sekaligus tantangan. Karena, masih banyak yang perlu dibenahi dalam penerapan peraturan daerah tersebut.

Bima mengatakan dia masih sering menerima laporan baik melalui instagram, pesan singkat, atau percakapan whatsapp terkait banyak pegawai pemkot yang merokok. "Bahkan saya sering lihat anggota Pol PP ketahuan merokok di Balai Kota, langsung buang puntung sembarangan," kata Bima.

Bima menuturkan upaya yang dilakukan adalah memberikan contoh kepada pegawainya, agar taat dan patuh terhadap Perda KTR. "Contoh kepala Bapenda Kota Bogor, sudah tujuh bulan berhenti merokok," kata Bima.

Bima menegaskan, Pemerintah Kota Bogor memperketat Perda KTR dengan melakukan revisi dalam rangka menyesuaikan perkembangan yang terjadi di masyarakat.

"Sekarang ini ada rokok elektronik, remaja ramai di cafe-cafe memakainya. Ini kita atur, penggunaan //vape//, terutama di cafe-cafe," katanya.

Peluncuran angkot sehat tanpa rokok ditandai dengan pawai 16 unit angkot KTR keliling Kota Bogor bersama Wali Kota dan pejabat Pemkot Bogor.

Kepala Dinas Kota Bogor Rubaeah mengatakan, KTR sudah diberlakukan sejak 2009, salah satu tujuannya mengangkat derajat kesehatan masyarakat lebih maksimal.

Ia mengatakan, setelah menerbitkan Perda KTR No 12 tahun 2009, Pemerintah Kota Bogor menerbitkan Perda Nomor 1 tahun 2015 mengatur iklan rokok, guna mendukung kebijakan KTR.

"HTTS menjadi momen tepat untuk mengajak masyarakat berhenti merokok, beretika merokok," kata Rubaeah.  (antara)(Berita Bogor)

Kerang Hijau Saus Padang Terenak di Bogor

2/07/2016 05:26:00 AM Add Comment
Kerang Hijau Saus Padang Terenak di Bogor - Mencicipi kerang ijo saus padang dengan daging kering dan tidak amis serta bumbu yang pedas memang bikin lidah nagih.

Kerang Hijau Saus Padang Terenak di Bogor


Olahan makanan seafood bercangkang keras tadi dibuat berbeda jauh dengan sajian kerang pada umumnya. Kalau kamu jalan-jalan ke Bogor pilih menu kerang hijau saus padang di Restoran Deleuit, Bogor Timur, Kota Bogor, bisa menjadi pilihan makanan pembuka saat santap siang hari.

Hidangan ini tidak seperti kerang hijau pada umumnya, daging kecil yang ada di dalam cangkang dibuat kering. Ditambah lagi saus padang dengan rasa manis dan pedasnya.

Satu porsi hidangan kerang hijau ini dapat kamu nikmakti bersama lima orang. Terlebih lagi hanya dikasih harga Rp 48 ribu!

Kalau kamu penasaran, tidak sulit menemukan restoran ini. Terletak tidak jauh dari Terminal Baranangsiang, belok ke kiri ke arah swalayan Hero, terus belok kiri lagi, lurus terus, tempat makan ini terletak di sebelah kiri jalan.(Berita Bogor)

Lapas Paledang

1/31/2016 09:25:00 AM Add Comment
Lapas Paledang - Kalau kamu keluar dari Stasiun Bogor melalui pintu selatan yang menghadap Jalan Kapten Muslihat, saat kamu menatap ke arah barat daya, akan tampak bangunan berlantai dua dengan warna biru muda agak abu-abu. Kalau kamu belum tahu, Bangunan itu adalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Bogor, yang lebih dikenal dengan sebutan Lapas Paledang.

Lapas Paledang


Lapas Paledang ini terletak di Jalan Paledang No. 2 Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lokasi lapas ini tepat berada di sebelah tangga penyeberangan jalan bagian selatan yang kamu gunakan untuk menyeberang dari stasiun bogor.

Lapas Paledang ini memiliki luas bangunan mencapai 2.717 m² di atas lahan sekitar 8.185 m² ini. Bagunan ini didirikan pada tahun 1906 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Saat ini, bagian depan gedung lapas ini telah mengalami perubahan karena telah direnovasi. Hanya bagian tengah saja yang masih memperlihatkan bangunan peninggalan kolonial.

Ketika dibagun, lapas paledang ini bernama penjara hingga tahun 1964. Lalu, pada tahun 1983 Lapas Paledang ditetapkan sebagai Lapas yang berfungsi ganda, yaitu sebagai Lapas yang membina narapidana, juga sebagai Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Semenjak Dr. Saharjo sebagai Menteri Kehakiman memprakarsai berlakunya sistem pemasyarakatan, melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor: M.01.PR.07.03 tahun 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja, istilah Rumah tahanan (Rutan) berubah menjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

(Berita Bogor)

Pembuat Gong Tertua di Bogor, Bahkan di Jawa Barat

11/05/2015 10:34:00 AM Add Comment
Pembuat Gong Tertua di Bogor, Bahkan di Jawa Barat - Pembuat Gong yang terletak di Jalan Pancasan No. 17, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogo adalah pabrik gong tertua dan bisa jadi satu-satunya di Jawa Barat. Jalan Pancasan terletak berdempetan dengan tepian hiruk-pikuknya Kota Hujan. Pabrik gong ini berjarak 2 kilometer dari Kebun Raya Bogor.

Pabrik Gong Bogor


Tulisan berwarna merah “Gong Factory” masih terlihat di tembok kuning yang mulai pudar. Masyarakat Bogor lebih mengenalnya sebagai Gonghome. Pabrik gong tua ini dikelola Haji Sukarna dengan dibantu anaknya Kang Krisna.

Pabrik Gong ini menempa logam timah bercampur tembaga, telah ada lebih dari 300 tahun. Di pabrik ini keterampilan membuat gong diturunkan selama 6 generasi dan tak pernah berpindah jalur keturunan atau lokasi.



Saati ini pelataran parkir pabrik gong ini hanya cukup untuk dua mobil, malahan sekarang harus berbagi sebagai tempat untuk menjemur kenyi, yaitu cetakan dari tanah liat untuk membuat gong, bonang, dan saron, beragam perkusi dari sebuah set gamelan degung lengkap.

Para pekerja bergiliran menempa sebuah lingkaran besar berwarna merah memutih, baru kemudian dikeluarkan dari api membara. Besi lingkaran itu kembali dimasukkan ke dalam tungku api bersuhu 400 derajat Celsius.



Dalam 1 hari kerja, mereka dapat membuat dua gong besar. Pekerjaan yang mereka lakukan dimulai dari mencampurkan timah dan tembaga sebagai bahan dasar, kemudian mencetaknya dengan bantuan cetakan tanah liat, menempanya, kemudian membersihkan kerak oksidasi berwarna hitam. Biasanya untuk mengerjakan satu buah gamelan degung lengkap yang siap pakai diperlukan satu bulan penuh.

Untuk satu set Gamelan Degung berbahan dasar perunggu yang terdiri dari Bonang, Saron, Jengglong, satu gong kecil (diameter 50 cm) dan satu  gong besar (ukuran 75-85 cm), Pak Haji Sukarna mematok harga Rp 35 juta hingga Rp 40 juta. Adapun harga untuk Gong terkecil dengan berat 3 kg dijual seharga Rp 900 ribu, ukuran sedang dengan berat 7 Kg seharga Rp 2 juta. Gong berukuran besar dengan berat 10 kg dijual dengan harga Rp 3 juta, sedangkan yang berukuran 20 kg dijual seharga Rp 6 juta. (Berita Bogor)