Showing posts with label Berita Bogor. Show all posts
Showing posts with label Berita Bogor. Show all posts

Gempa 6,4 SR Terjadi Di Lebak Banten, Guncangannya Terasa di Bogor

1/23/2018 02:16:00 PM Add Comment
Gempa 6,4 SR Terjadi Di Lebak Banten, Guncangannya Terasa di Bogor - Gempa terasa di wilayah Bogor, Selasa (23/1/2018) pukul 13.36 WIB.

Berdasarkan pantauan TribunnewsBogor.com, gempa terasa lumayan besar dan terjadi sekitar 30 detik

Gempa 6,4 SR Terjadi Di Lebak Banten, Guncangannya Terasa di Bogor

Gempa 6,4 SR Terjadi Di Lebak Banten, Guncangannya Terasa di Bogor
Gempa 6,4 SR Terjadi Di Lebak Banten, Guncangannya Terasa di Bogor


"Gede banget, pohon pepaya di depan rumah sampai goyang-goyang," kata seorang karyawan, Lingga Arvian.

Beberapa warga di wilayah Tajur, Jakata, Bandung juga mengalami hal serupa.

Hingga saat ini belum diketahui titik gempa terjadi di mana.

Dilihat di Twitter BMKG, pusat gempa berkekuatan 6,4 terjadi Lebak, Banten.

BMKG: Gempa Di Lebak Banten Tak Berpotensi Tsunami

Gempa yang terjadi di Lebak, Banten Selasa (23/1/2018) pukul 13.36 WIB tidak berpotesi Tsunami.

Hal itu disampaikan BMKG di akun Twitternya.

"#Gempa Mag:6.4 SR, 23-Jan-18 13:34:50 WIB, Lok:7.21 LS,105.91 BT (81 km BaratDaya LEBAK-BANTEN), Kedlmn:10 Km, tidak berpotensi Tsunami. #BMKG," tulisnya.(Berita Kota Bogor)

Fernando Wowor, Pria yang Tewas Tertembak Brimob Di Bogor

1/23/2018 02:12:00 PM Add Comment
Fernando Wowor, Pria yang Tewas Tertembak Brimob Di Bogor - Seorang pemuda asal Tomohon, Sulawesi Utara, tewas terkena tembakan saat cekcok dengan anggota brimob di parkiran Lipps Club Bogor, Jalan Sukasari, Sabtu (20/1/2018) dini hari.

Menurut Kabid Kum Polda Jabar, Kombes Pol Iksantyo Bagus Pramono, kejadian tersebut terjadi karena adanya perebutan senjata antara anggotanya dengan pria yang berstatus mahasiswa tersebut.

Fernando Wowor, Pria yang Tewas Tertembak Brimob Di Bogor

Fernando Wowor, Pria yang Tewas Tertembak Brimob Di Bogor
Fernando Wowor, Pria yang Tewas Tertembak Brimob Di Bogor


"Ini adalah perkelahian perebutan senjata, tapi saya kira pasti terjadi sesuatu, tidak mungkin langsung ada perkelahian," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com di Mapolresta Bogor Kota Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor.

Dijelaskannya bahwa dalam keributan tersebut Anggota Brimob berinisial R itu turut mengalami luka parah dan harus menjalani perawatan medis di RS Kramat Jati, Jakarta.

"Anggota kami masih dirawat di RS Kramat Jati, kritis karena," ucapnya.

Berdasarkan kronologis kejadian dari pihak kepolisian, cekcok tersebut terjadi ketika keduanya rebutan tempat parkir di klub malam tersebut.

Saat itu, korban bernama Fernando Wowor bersama tiga temannya hendak masuk di parkiran Lipps Club Bogor.

Mereka berpapasan dengan sepeda motor yang hendak keluar dari lokasi yang dikendarai oleh anggota brimob tersebut.

Kedua belah pihak saling tidak mau mengalah hingga korban dan teman-temannya keluar dari mobil, selanjutnya korban dan teman-temannya terjadi cek-cok mulut dengan anggota brimob.

Anggota brimob kemudian berupaya untuk mengeluarkan senjata api, setelah itu terjadi saling rebutan senjata api, tidak lama kemudian terdengar suara letusan yang mengenai dada korban, Fernando.

Mengetahui hal tersebut rekan-rekan korban kemudian mengeroyok anggota brimob.

Korban kemudian dibawa ke ke Rumah Sakit Vania untuk dilakukan pertolongan secara medis, namun setibanya di RS korban telah meninggal dunia.

Sementara anggota brimob, Briptu A R dibawa ke RS PMI Bogor namun karena butuh penanganan yang lebih baik selanjutnya di rujuk ke RS Polri Kramat Jati.

Dilihat dari akun Facebooknya, Fernando Wowor adalah kader Partai Gerindra.

Ia kerap memposting foto-fotonya tengah mengawal Prabowo Subianto.

Fernando juga sering membagikan hobinya naik gunung dan bela diri muaythai.

Ia juga kerap bermain sepak bola bersama rekan-rekannya.

Kepergian pria bertubuh tinggi besar dan putih itu menyisakan luka bagi orang-orang terdekatnya.
(Berita Kota Bogor)

Terkait Kasus Penembakan di Bogor, Calon Istri Briptu AR Buat Laporan

1/23/2018 02:06:00 PM Add Comment
Terkait Kasus Penembakan di Bogor, Calon Istri Briptu AR Buat Laporan - Saat ini, Polresta Bogor sudah menerima dua laporan terkait tewasnya kader Partai Gerindra, Fernando Wowor.

Fernando Wowor tewas tertembak saat terlibat keributan dengan seorang anggota polisi dari Satuan Brimob berinisial AR, di area parkir diskotek Lipss Club Bogor.

Terkait Kasus Penembakan di Bogor, Calon Istri Briptu AR Buat Laporan

Terkait Kasus Penembakan di Bogor, Calon Istri Briptu AR Buat Laporan
Terkait Kasus Penembakan di Bogor, Calon Istri Briptu AR Buat Laporan

Wakil Kepala Polresta Bogor Kota AKBP Rantau Isnur Eka mengatakan, pertama pihaknya menerima laporan dari Briptu AR melalui calon istrinya atas dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukan sejumlah rekan korban.

Buntut dari pelaporan itu, empat rekan korban yang juga kader Gerindra itu diperiksa sebagai saksi atas laporan dugaan penganiayaan terhadap Briptu AR.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap saksi-saksi," ucap Rantau, Senin (22/1/2018).

Kedua, sambung Rantau, pihak korban melalui Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman melaporkan balik Briptu AR atas dugaan penembakan yang menyebabkan Fernando tewas.

"Untuk Briptu AR masih dalam perawatan tim medis, kondisinya kritis. Jadi belum bisa dimintai keterangan," katanya.

Atas dua laporan itu, Rantau memastikan bahwa polisi akan menangani kasus itu secara profesional, adil, serta berada di posisi netral.

"Kami tangani secara fair, tidak berat sebelah atau dapat diintervensi pihak mana pun," sebut dia.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (20/1/2018) dini hari.

Peristiwa itu mengakibatkan kader Gerindra bernama Fernando Wowor meninggal terkena peluru yang berasal dari senjata milik Briptu AR setelah berusaha merebut pistol.

Sementara itu, anggota polisi berpangkat Briptu AR menderita luka parah setelah dikeroyok oleh rekan korban.

Kini, Briptu AR harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

(Berita Kota Bogor)

Angkot di Bogor Akan Dipasangi AC

7/03/2017 04:33:00 PM Add Comment
Angkot di Bogor Akan Dipasangi AC - Pemerintah Kota Bogor akan memberikan bantuan berupa pemasangan air conditioner (AC) untuk setiap angkutan perkotaan (angkot) yang beroperasi di Kota Bogor. Program tersebut rencananya akan diwujudkan di tahun 2018 mendatang.




Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, bantuan AC itu berbarengan dengan peluncuran program "Menyongsong Angkutan Umum Yang Dilengkapi Dengan Pendingin Udara" oleh Kementerian Perhubungan, di Silang Monas Barat, Jakarta, Sabtu (1/7/2017).

"Kota Bogor dapat bantuan 10 AC. Selain Kota Bogor, yang dapat bantuan itu ada dari Kota Bekasi, Kota Tanggerang, dan DKI Jakarta," ucap Bima di Balaikota Bogor, Senin (3/7/2017).

Bima berharap, bantuan alat AC untuk angkot ini dapat ditambah secara bertahap mengingat jumlah angkot di Kota Bogor berjumlah 3.412 unit.

"Kalau bisa (alat AC) ditambah lagi 500-1.000 unit. Tentunya dengan hal ini diharapkan pengemudi angkot bisa lebih tertib dan diberikan seragam mungkin akan lebih baik", tambah Bima.

Penetapan angkot ber-AC sesuai dengan pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menargetkan, semua angkot harus ber-AC paling lambat Februari 2018 mendatang.(Berita Bogor)

Angkot Tanpa Rokok di Bogor

7/03/2017 04:30:00 PM Add Comment
Angkot Tanpa Rokok di Bogor - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, meluncurkan angkutan kota (angkot) sehat tanpa rokok sebagai komitmen memperkuat Bogor sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR).



Peluncuran angkot sehat tanpa rokok menandai peringatan Hari Tanpa Rokok Sedunia (HTTS) tingkat Kota Bogor, dipusatkan di Balai Kota, Rabu (31/5).

"Kota Bogor akan lebih memperkuat pengawasan menjadikan Bogor betul-betul sebagai kawasan tanpa rokok," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Bima menyebutkan, lahirnya Perda KTR Nomor 12 tahun 2009 bagi Kota Bogor sebagai keberhasilan sekaligus tantangan. Karena, masih banyak yang perlu dibenahi dalam penerapan peraturan daerah tersebut.

Bima mengatakan dia masih sering menerima laporan baik melalui instagram, pesan singkat, atau percakapan whatsapp terkait banyak pegawai pemkot yang merokok. "Bahkan saya sering lihat anggota Pol PP ketahuan merokok di Balai Kota, langsung buang puntung sembarangan," kata Bima.

Bima menuturkan upaya yang dilakukan adalah memberikan contoh kepada pegawainya, agar taat dan patuh terhadap Perda KTR. "Contoh kepala Bapenda Kota Bogor, sudah tujuh bulan berhenti merokok," kata Bima.

Bima menegaskan, Pemerintah Kota Bogor memperketat Perda KTR dengan melakukan revisi dalam rangka menyesuaikan perkembangan yang terjadi di masyarakat.

"Sekarang ini ada rokok elektronik, remaja ramai di cafe-cafe memakainya. Ini kita atur, penggunaan //vape//, terutama di cafe-cafe," katanya.

Peluncuran angkot sehat tanpa rokok ditandai dengan pawai 16 unit angkot KTR keliling Kota Bogor bersama Wali Kota dan pejabat Pemkot Bogor.

Kepala Dinas Kota Bogor Rubaeah mengatakan, KTR sudah diberlakukan sejak 2009, salah satu tujuannya mengangkat derajat kesehatan masyarakat lebih maksimal.

Ia mengatakan, setelah menerbitkan Perda KTR No 12 tahun 2009, Pemerintah Kota Bogor menerbitkan Perda Nomor 1 tahun 2015 mengatur iklan rokok, guna mendukung kebijakan KTR.

"HTTS menjadi momen tepat untuk mengajak masyarakat berhenti merokok, beretika merokok," kata Rubaeah.  (antara)(Berita Bogor)

Kerang Hijau Saus Padang Terenak di Bogor

2/07/2016 05:26:00 AM Add Comment
Kerang Hijau Saus Padang Terenak di Bogor - Mencicipi kerang ijo saus padang dengan daging kering dan tidak amis serta bumbu yang pedas memang bikin lidah nagih.

Kerang Hijau Saus Padang Terenak di Bogor


Olahan makanan seafood bercangkang keras tadi dibuat berbeda jauh dengan sajian kerang pada umumnya. Kalau kamu jalan-jalan ke Bogor pilih menu kerang hijau saus padang di Restoran Deleuit, Bogor Timur, Kota Bogor, bisa menjadi pilihan makanan pembuka saat santap siang hari.

Hidangan ini tidak seperti kerang hijau pada umumnya, daging kecil yang ada di dalam cangkang dibuat kering. Ditambah lagi saus padang dengan rasa manis dan pedasnya.

Satu porsi hidangan kerang hijau ini dapat kamu nikmakti bersama lima orang. Terlebih lagi hanya dikasih harga Rp 48 ribu!

Kalau kamu penasaran, tidak sulit menemukan restoran ini. Terletak tidak jauh dari Terminal Baranangsiang, belok ke kiri ke arah swalayan Hero, terus belok kiri lagi, lurus terus, tempat makan ini terletak di sebelah kiri jalan.(Berita Bogor)

Lapas Paledang

1/31/2016 09:25:00 AM Add Comment
Lapas Paledang - Kalau kamu keluar dari Stasiun Bogor melalui pintu selatan yang menghadap Jalan Kapten Muslihat, saat kamu menatap ke arah barat daya, akan tampak bangunan berlantai dua dengan warna biru muda agak abu-abu. Kalau kamu belum tahu, Bangunan itu adalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Bogor, yang lebih dikenal dengan sebutan Lapas Paledang.

Lapas Paledang


Lapas Paledang ini terletak di Jalan Paledang No. 2 Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lokasi lapas ini tepat berada di sebelah tangga penyeberangan jalan bagian selatan yang kamu gunakan untuk menyeberang dari stasiun bogor.

Lapas Paledang ini memiliki luas bangunan mencapai 2.717 m² di atas lahan sekitar 8.185 m² ini. Bagunan ini didirikan pada tahun 1906 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Saat ini, bagian depan gedung lapas ini telah mengalami perubahan karena telah direnovasi. Hanya bagian tengah saja yang masih memperlihatkan bangunan peninggalan kolonial.

Ketika dibagun, lapas paledang ini bernama penjara hingga tahun 1964. Lalu, pada tahun 1983 Lapas Paledang ditetapkan sebagai Lapas yang berfungsi ganda, yaitu sebagai Lapas yang membina narapidana, juga sebagai Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Semenjak Dr. Saharjo sebagai Menteri Kehakiman memprakarsai berlakunya sistem pemasyarakatan, melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor: M.01.PR.07.03 tahun 1985 tentang Organisasi dan Tata Kerja, istilah Rumah tahanan (Rutan) berubah menjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

(Berita Bogor)

Pembuat Gong Tertua di Bogor, Bahkan di Jawa Barat

11/05/2015 10:34:00 AM Add Comment
Pembuat Gong Tertua di Bogor, Bahkan di Jawa Barat - Pembuat Gong yang terletak di Jalan Pancasan No. 17, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogo adalah pabrik gong tertua dan bisa jadi satu-satunya di Jawa Barat. Jalan Pancasan terletak berdempetan dengan tepian hiruk-pikuknya Kota Hujan. Pabrik gong ini berjarak 2 kilometer dari Kebun Raya Bogor.

Pabrik Gong Bogor


Tulisan berwarna merah “Gong Factory” masih terlihat di tembok kuning yang mulai pudar. Masyarakat Bogor lebih mengenalnya sebagai Gonghome. Pabrik gong tua ini dikelola Haji Sukarna dengan dibantu anaknya Kang Krisna.

Pabrik Gong ini menempa logam timah bercampur tembaga, telah ada lebih dari 300 tahun. Di pabrik ini keterampilan membuat gong diturunkan selama 6 generasi dan tak pernah berpindah jalur keturunan atau lokasi.



Saati ini pelataran parkir pabrik gong ini hanya cukup untuk dua mobil, malahan sekarang harus berbagi sebagai tempat untuk menjemur kenyi, yaitu cetakan dari tanah liat untuk membuat gong, bonang, dan saron, beragam perkusi dari sebuah set gamelan degung lengkap.

Para pekerja bergiliran menempa sebuah lingkaran besar berwarna merah memutih, baru kemudian dikeluarkan dari api membara. Besi lingkaran itu kembali dimasukkan ke dalam tungku api bersuhu 400 derajat Celsius.



Dalam 1 hari kerja, mereka dapat membuat dua gong besar. Pekerjaan yang mereka lakukan dimulai dari mencampurkan timah dan tembaga sebagai bahan dasar, kemudian mencetaknya dengan bantuan cetakan tanah liat, menempanya, kemudian membersihkan kerak oksidasi berwarna hitam. Biasanya untuk mengerjakan satu buah gamelan degung lengkap yang siap pakai diperlukan satu bulan penuh.

Untuk satu set Gamelan Degung berbahan dasar perunggu yang terdiri dari Bonang, Saron, Jengglong, satu gong kecil (diameter 50 cm) dan satu  gong besar (ukuran 75-85 cm), Pak Haji Sukarna mematok harga Rp 35 juta hingga Rp 40 juta. Adapun harga untuk Gong terkecil dengan berat 3 kg dijual seharga Rp 900 ribu, ukuran sedang dengan berat 7 Kg seharga Rp 2 juta. Gong berukuran besar dengan berat 10 kg dijual dengan harga Rp 3 juta, sedangkan yang berukuran 20 kg dijual seharga Rp 6 juta. (Berita Bogor)

Drupal Meetup Bogor

11/04/2015 08:11:00 AM Add Comment
Drupal Meetup Bogor - Yth. teman2,
akan ada pengenalan tentang apa itu Drupal oleh mas Ananto dari sepulsa.com dan pertemuan pengguna Drupal di kota Bogor dan sekitarnya yang diharapkan bisa menjadi komunitas, ajang diskusi, belajar dan kerjasama antar kita.



Karena bersifat pengenalan, maka selain yang sudah biasa menggunakan Drupal, juga silakan hadir bagi pemula atau yang sedang berencana untuk menggunakan Drupal.

Demi kenyamanan, karena meetup diadakan di gedung milik PT Telkom, mohon segera mendaftar (click Join) untuk pengaturan tempat. Tidak dipungut biaya dan mohon membawa minum/konsumsi sendiri!

Undangan meetup hanya dibuat disini via FB Page Drupal Indonesia. Silakan share dan Join/Decline event disini.

Terima kasih banyak atas perhatiannya.
Terima kasih pengelola Dilo Bogor.  (Berita Bogor)

Jembatan Putus Cinta di Kebun Raya Bogor

10/16/2015 08:40:00 PM Add Comment
Jembatan Putus Cinta di Kebun Raya Bogor - Kebun Raya Bogor adalah taman luas rimbun dengan beragam pepohonan, bisa menjadi tempat ideal untuk bercengkrama dengan keluarga atau pun dengan kekasih. Sudah tahu belum, kalau di Kebun Raya Bogor terdapat mitos yang diyakini masyarakat sekitar bahwa kisah cinta bisa putus di Kebun Raya Bogor.



Enin (50), seorang pengunjung Kebun Raya Bogor mengatakan, "Sebaiknya jangan pacaran di sini. Terlebih jika mengabadikan momen cinta di Jembatan Merah. Banyak yang cerita, kalau pasangan kekasih akhirnya berpisah setelah melalui jembatan bercat merah yang berada di atas Kali Ciliwung itu," jelasnya.

"Sebenarnya bukan hanya Jembatan Merah tetapi seluruh Kebun Raya Bogor. Katanya sih begitu, tapi yang paling sering bilang sih di Jembatan Merah situ," tambah Enin kepada BogorNow!

"Banyak yang bilang begitu, kalau pacaran di sini biasanya gak bakal langgeng. Konon katanya karena jembatan gantung itu, " jelas Udin, seorang pegawai di Kebun Raya Bogor sambil menunjuk jembatan gantung berwarna merah.


Udin telah bekerja hampir 15 tahun di kebun raya seluas 87 Ha menambahkan bahwa mitos itu sudah terlanjur mengakar kuat di masyarakat khususnya kota hujan ini. Seperti mitos lainnya ada percaya ada juga yang tidak.

"Tapi itu balik lagi ke diri masing-masing. Mungkin kalau bener itu hanya kebetulan saja, dan saya kira masih banyak yang langgeng walaupun pernah pacaran di situ," terangnya.


Baca Juga :   Pohon Jodoh di Kebun Raya
Jembatan gantung berwarna merah ini tergolong istimewa. Penahan utama jembatan ini adalah kabel besi fleksibel yang terbentang antara kedua sisi. Dengan model gantung tersebut, jembatan bisa merentang dengan jarak yang cukup jauh tanpa harus ada pilar kuat yang menyangganya di tengah-tengahnya. Satu contoh gantung yang paling terkenal adalah The Golden Gate of San Fransisco.
 (Berita Bogor)

Pohon Jodoh di Kebun Raya Bogor

10/16/2015 08:30:00 PM Add Comment
Pohon Jodoh di Kebun Raya Bogor - Kebun Raya Bogor banyak menyimpan banyak cerita unik,  yang hingga kini masih banyak dipercaya sebagian masyarakat. Di antaranya yaitu jembatan (putus) cinta, konon barang siapa yang berpacaran di Kebun raya, akan kandas hubungannya. Selain itu terdapat juga cerita mengenai pohon jodoh. Konon pasangan yang berkenalan di dekat pohon jodoh di Kebun Raya ini, maka hubungan keduanya akan ke jenjang pernikahan.


Cerita unik di atas bersumber pada adanya dua pohon yang "serupa." Letak kedua pohon ini tidak jauh dari jembatan gantung berwarna merah. Di tengah kedua pohon ini terdapat kursi panjang yang terbuat dari beton sebagai tempat duduk pengunjung, yang lelah berjalan.

"Pohon yang berwarna hitam ini pohon kenari dan pohon di sebelahnya yang berwarna putih adalah pohon beringin putih, tetapi kalau orang tidak tahu keduanya dianggap pohon yang sama," papar Nanang, seorang pemandu wisata di Kebun Raya Bogor.

Nah, karena kemiripan bentuk dan perbedaan warnanya saja, kedua pohon tersebut dianggap perlambang sepasang kekasih, laki-laki dan perempuan. Pohon kenari yang berwarna hitam adalah si laki-laki dan pohon beringin putih yang kuning adalah perempuannya.Keduanya seakan dijodohkan alam untuk ditempatkan di Kebun Raya. Tidak heran, bila kedua pohon ini kemudian disebut pohon jodoh.  "Entah bagaimana awalnya, sehingga banyak yang bilang di tempat ini kedua pohon ini bertemu dan berjodoh.  Makanya sering disebut pohon jodoh. Nah, konon kalau kenalan dengan pasangan lawan jenis di sini bisa langgeng, tetapi itu kepercayaan masing-masing gak ada buktinya," jelasnya.

Cerita pohon jodoh ini membuat banyak penasaran orang. Tidak sedikit yang ingin mencari jodoh di Kebun Raya. "Kalau orang luar kota ke sini, pasti yang ditanya dimana lokasi jembatan merah sama pohon jodoh. Mereka banyak yang pengen tahu," ujar Tatang, petugas kebersihan di Kebun Raya Bogor.

Baca Juga : Jembatan Putus Cinta di Kebun Raya Bogor 
Banyaknya cerita unik ini, tidak dipungkiri membuat daya tarik tersendiri untuk Kebun Raya Bogor. Tidak heran banyak pengunjung yang sengaja datang untuk melihat pohon jodoh dan jembatan putus cinta di jantung kota Bogor ini.

Cerita unik pohon jodoh ini juga sering dikait-kaitkan dengan makam keramat Ratu Galuh. Hal tersebut dikarenakan lokasi pohon jodoh ini memang tidak jauh dari komplek makam istri kedua Prabu Siliwangi itu."Jadi selain bisa memutuskan orang pacaran, Kebun Raya juga tempat mencari jodoh. Begitulah kira-kira kata orang dulu. Hahahahha," kelakar Tatang. (Berita Bogor)

Mimi Cucu di Bogor

10/16/2015 07:42:00 PM Add Comment
Mimi Cucu di Bogor - Bogornow! kali ini mampir di jalan Lodaya, ada kedai yang namanya lucu jadi penasaran untuk cobain "Mimi cucu". Daerah yang cukup ramai untuk cari cemilan malem yang ringan sambil ngobrol santai. Tempatnya tidak terlalu besar, letaknya persis di seberang McD Lodaya, gak jauh dengan Es duren Lodaya. Mimi cucu mulai buka pada jam 13:00 sampai 22:00 WIB.

Sewaktu Bogornow! masuk, lokasi sedang ramai. Tata letak seperti kedai biasa, simpel, dengan hiasan di dinding berupa gambar dan tulisan. Sepertinya memang didesain sedemikian rupa sehingga membuat membuat pengunjung betah. Apalagi saat kita lihat menu dan daftar harga lumayan terjangkau.

Untuk menu makanan, Mimi cucu menyediakan mie, nasi goreng, roti panggang, dan pudding dengan harga mulai dari 5 ribu sampai 14 ribu. Untuk minumannya tersedia beragam susu dengan aneka rasa mulai dari 6 ribu sampai 11 ribu saja.


Tersedia juga minuman selain susu yang bisa kamu pesan yaitu teh dan kopi dengan harga mulai 1.500 sampai 6.000 rupiah. Kalau kamu pesan susu di Mimi cucu, susu tersebut dikemas dalam dot, ya seperti bayi mimi cucu.


Selain makanan dan minuman tadi, kamu juga bisa pesan roti panggang dan juga mochi ice cream, ini adalah kue moci dengan isi es krim, yang juga dengan harga terjangkau. Kalau kamu sedang ke bogor, coba mampir ke Mimi Cucu ya. Selain makanan dan minuman susu yang unik, juga pelayanannya cepat dan GPL (Gak pake Lama) hehehe.



 (Berita Bogor)

Kue Cubit Bitten By You

10/16/2015 07:04:00 PM Add Comment
Kue Cubit Bitten By You - Bitten By You boleh dibilang adalah pengembang kue cubit dengan aneka rasa pertama di Bogor. Di sini, kita bakal menemukan berbagai varian rasa kue cubit. Dua rasa yang jadi favorit dan wajib kamu coba adalah Red Velvet dan Ovomatine.
Rasa Kue cubit yang bisa kamu coba selain 2 rasa favorit Bogornow! adalah rasa Original, Greentea, Taro, Bubblegum, dan Redvelvet serta Tiramisu! Kue Cubit di Bitten By You juga dilengkapi dengan topping lezat seperti KitKat Greentea, KitKat Coklat, Ovomaltine, Nutella, Toblerone, Cheese, Milo, Marshmallow serta Oreo.



Kamu juga bisa request kue cubit setengah matang (half done) atau matang (well done). Untuk rasa sudah pasti enak banget deh? Yuk ditunggu kunjungannya! Bittem berlokasi di : 1. Gang Selot (Jalan Ir. H. Djuanda, sebelah SMP dan SMA Negeri 1 Bogor) Jadwal Bitten Gang Selot: Senin - Sabtu : 11 siang - sehabisnya 2. Bitten by You cabang Dramaga terletak di Jalan Babakan Raya (BARA) dekat pertigaan, persisnya di sebelah tukang sate depan PLN (jajaran kuliner depan PLN). Jadwal Bitten cabang Dramaga: Senin - Minggu : 10 siang - sehabisnya 3. Untuk Bitten cabang Tebet lokasinya berada di Jalan Tebet Barat 1 (Belakang SMAN 26) tepatnya di dekat SLB yg terletak di belakang SMAN 26, lokasi pinggir jalan seperti bentuk mini Pujasera. Jadwal Bitten Cabang Tebet: Rabu - Minggu : 5 sore - sehabisnya PREPARE YOURSELF! Ayo dicatet alamatnya yaa siap-siap. Ooops, wanna bite more? (Berita Bogor)

Jalan-Jalan Menyusuri Pecinan di Bogor

10/16/2015 06:40:00 PM Add Comment
Jalan-Jalan Menyusuri Pecinan di Bogor - Dalam beberapa tahun terakhir ini, Bogornow suka sekali menyusuri kawasan Pecinan di Bogor, khususnya di Jalan Suryakencana. Pertama pastinya karena kulinernya. Pecinan Bogor, sudah pasti dan tak diragukan merupakan satu pusat kuliner di berbagai kota. Kedua, identik dengan bangunan tua.


Seperti kawasan Pecinan lain di berbagai kota di Indonesia, Pecinan Bogor juga dekat dengan kawasan Pasar, tepatnya Pasar Bogor. Terletak di Jalan Surya Kencana, yang merupakan bagian dari jalan Raya Pos Daendels. Dahulu, jalan ini bernama Handelstraat atau jalan Perniagaan, yang menandakan fungsinya sebagai sentra ekonomi. Pada masa itu, golongan atas peranakan Tionghoa biasanya tinggal di bagian selatan. Mereka mendirikan rumah yang bergaya campuran Tionghoa - Eropa. Adapun golongan pedagang berkumpul di sekitar Pasar Bogor, dan golongan bawah menghuni ruko-ruko sewa dan rumah-rumah petak di balik ruko.


Saat memasuki kawasan ini, di bagian kiri jalan terdapat klenteng Hok Tek Bio, biasa disebut juga vihara Dhanagun, yang sudah berdiri sejak 1867. Kelenteng ini termasuk klenteng tertua di Bogor. Lebih ke dalam lagi, ada beberapa rumah-rumah tua yang masih dapat kita jumpai. Seperti di jalan Lawang Seketeng dan jalan Kelenteng. Sebagian rumah dalam kondisi terurus dan masih didiami, sebagian lainnya dibiarkan meranggas dimakan usia. Berikut beberapa foto, saat Bogornow menyusurinya.


 (Berita Bogor)

Hotel Pasar Baru Bogor

10/16/2015 06:31:00 PM 1 Comment
Hotel Pasar Baru Bogor - Di Kota Bogor masih menyimpan banyak bangunan kuno peninggalan masa penjajahan Belanda yang masih berdiri kokoh. Diantaranya adalah bangunan Hotel tertua di Kota Bogor tepatnya didalam Pasar Bogor yang terletak di Jalan Suryakencana Bogor Tengah. Nama Indonesianya adalah Hotel Pasar Baroe. Saat ini tidak banyak yang mengetahui bahwa hotel ini adalah hotel tertua di Kota Bogor selain Hotel Salak dan Hotel Belavue, namun Hotel Belavue telah dibongkar dan kini di lokasi tersebut berdiri pusat perbelanjaan Bogor Trade Mal (BTM).



Hotel Pasar Baroe ini berlantai dua di atas lahan seluas 1.200 meter persegi tersebut memiliki keunikan arsitektur, karena perpaduan antara arsitektur Eropa dan Tionghoa. Hotel Pasar Baroe mulai berkembang sejak beroperasinya kereta api dari Batavia ke Buitenzorg pada tahun 1873 hingga peralihan abad 20.



Hotel Pasar Baroe pada masanya menjadi primadona untuk para pelancong yang berkunjung ke Bogor selain Hotel Salak dan Hotel Belavue. Biasanya hotel Pasar Baroe dikunjungi oleh pelancong yang menjadi tempat pelesiran bagi warga Timur Asing seperti Tionghoa, Arab dan Bumiputera (Indonesia). Hotel Salak dan Hotel Belavue masa itu tergolong sangat mewah sehingga hanya dapat dinikmati oleh warga Belanda dan Eropa lainnya. Konon seorang pendiri Sjarikat Islam (SI) yang juga anggota pergerakan nasional yaitu Tirto Adhi Soerjo pada saat menjalan aktivitas atau kegiatan politiknya di Buitenzorg, seringkali menginap di Hotel Pasar Baroe. Pada masa itu, kawasan Hotel Pasar Baroe itu merupakan wilayah pertemuan antara Kelenteng Weg (Jalan Kelenteng Hok Tek Bio) dengan Pasar Weg (Jalan Pasar) pada masa kolonial Belanda.

Menurut Nyonya Lim Hie Nio (59), cucu pengurus Hotel Pasar Baroe yaitu Lim Siang Hien (84), Hotel Pasar Baroe beroperasi sejak jaman kolonial Belanda, kemudian hotel itu sempat dihuni oleh sejumlah keluarga dari Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) hingga berakhirnya peristiwa G.30 S/PKI. Hotel Pasar Baroe sudah dua kali bepindah tangan dari pemilik pertamanya. Awalnya, Hotel Pasar Baroe adalah milik Tan Kwan Hong yang sekarang tinggal di wilayah Jalan Perinstis Kemerdekaan atau biasa disebut Jalan Merdeka. Kemudian hotel itu dijual kepada keluarga Lim dan Lie.

Daerah Hotel Pasar Baroe memiliki keunikan karena merekam perkembangan Kota Bogor sekaligus mempertemukan budaya dan arsitektur Tionghoa-Eropa. "Pada tahun 1870 daerah di sekitar Hotel Pasar Baroe, yaitu Kelenteng Pasar Bogor masih sepi dan hanya tanah lapang. Baru pada tahun 1890-an hingga 1900-an awal, mulai banyak berdiri bangunan permanen di kawasan itu sehingga daerah Pasar Bogor dipenuhi bangunan berarsitektur khas hingga sekarang,” katanya.

Kini Hotel Pasar Baroe sedang tinggal menunggu nasibnya. Kayu yang menjadi dominasi bangunan tersebut, sudah mulai lapuk di makan usia. Selain itu juga kaca yang menutupinya juga banyak yang pecah. Informasi yang Bogornow peroleh Pasar Bogor akan mengalami peremajaan dan bekas hotel itu tidak tertutup kemungkinan akan terkena dampaknya yaitu akan dijadikan tempat bagi para Pedagan Kaki Lima. (Berita Bogor)

Nama-Nama Jalan di Bogor Saat ini dan di Tahun 1920

10/16/2015 12:31:00 PM Add Comment
Nama-Nama Jalan di Bogor Saat ini dan di Tahun 1920 - Berikut adalah Nama-nama saat ini Jalan di Kota Bogor dan sebutannya di Tahun 1920an (ref: Gemeentekaart van Buitenzorg 1920 - KIT Library):


  • Jalan Merdeka = Tjikeumeuh Weg
  • Jalan Ir.H.Juanda = Groote Weg
  • Jalan Kapten Muslihat = Bantammer weg
  • Jalan Panaragan Kidul = Gestich Weg
  • Jalan Mayor Oking = Bioscoop Weg
  • Jalan Nyi Raja Permas = Stations Weg
  • Jalan Dewi Sartika = Park Weg
  • Jalan M.A Salmun = Gasfabriek Weg
  • Jalan Sawo Jajar = Laan Van Der Wijk
  • Jalan Abesin = Wetselaars Weg
  • Gang Ardio = Parallel Weg
  • Jalan Gedong Sawah = Mulo Straat
  • Jalan Gedong Sawah 4 = Binnen Weg
  • Jalan Pengadilan = Hospitaal Weg
  • Jalan Kartini = Verlengde Feith Weg
  • Jalan Semboja = Schenck De Jong Weg
  • Jalan Dr.Semeru = Tjilendek Weg
  • Jalan Mawar = Gang De Leau
  • Jalan Ciwaringin 1 = Gang Edwards
  • Jalan Perintis Kemerdekaan = Gang Kebon Djahe
  • Jalan Kantor Batu = Museum Laan
  • Jalan Gereja = Kerk Weg
  • Jalan Sekolahan = School Weg
  • Jalan Empang = Tandjakan Empang
  • Jalan Siliwangi = Handels Straat
  • Jalan Batu Tulis = Koepel Weg
  • Jl. Jalak Harupat jaman tahun 60-an namanya Jl. Oto Iskandardinata bersambung dengan Jl. Oto Iskandardinata yang di sisi selatan Kebun Raya. 
  • Jl. Ir. H. Djuanda pernah disebut Post Weg (karena kantor pos besar dulu adalah kantor pos Kebon Raya) terus jadi Jl. Raya alias Groote Weg baru tukar nama lagi jadi Jl. Ir. H. Djuanda. 
  • Jalan yang di ujung Jl. Empang (Raden Saleh sekarang) sampai ke sekitar Suryakencana namanya Jl. Perniagaan. 
  • Jl. Cimanggu Kecil dulunya Gang Bisboel. 
  • Jl. Kol Endjo Martadisastra dulunya Kampung Teplan. 
  • Jl. R.E. Martadinata dulunya Jl. Bubulak. 
  • Jalan yang ada SMAN 5 dulunya Gang Inspeksi. 
  • Jl. Padjadjaran dari mulai Internusa sampai ke depan Fakultas Peternakan IPB dulunya Jl. Gunung Gede.
  • Jalan Ciwaringin yang di samping kantor Kodam dulunya Jl. Tjiwaringin Kalapa Senggeh. 
  • Perumahan Taman Cimanggu dulunya Kampung Pabangbon.


Untuk nama jalan yang tidak disebutkan, sebagian besar, tidak berubah namanya. Seperti Jalan Panaragan dulunya Panaragan Weg. Gang Menteng dari dulu sampai sekarang tetap bernama Gang Menteng. Jalan Ciwaringin dulunya memang bernama Tjiwaringin Laan. Gang Slot, dari dulu tetap bernama Gang Slot. Jalan Pledang, dulunya memang bernama Pledang Weg. Jalan Panaragan memang dari dulu sudah bernama Panaragan Weg. Mantarena, dulunya juga bernama Mantarena. Jalan Pancasan dari dulu sudah bernama Pantjasan Weg.



Ada juga beberapa nama jalan di Bogor yang saat ini terpecah menjadi beberapa nama jalan. Seperti Tjikeumeuh Weg, saat ini menjadi terbagi menjadi tiga jalan, yaitu: Jalan Merdeka, Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Cimanggu. Groote Weg saat ini terbagi menjadi beberapa jalan, yaitu: Jalan Ir.H Juanda dan Jalan Jend Sudirman.

Namun ada juga nama jalan yang dulu belum ada karena memang masih berupa rawa atau hutan, atau memang tidak dicantumkan di peta, seperti Jalan Jalak Harupat dan Jalan Pajajaran.  (Berita Bogor)

Dramaga Jadi Kampus IPB

10/14/2015 11:33:00 AM Add Comment
Dramaga Jadi Kampus IPB - Kampung Dramaga sejak 1 September 1963 telah menjadi Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Dramaga dalam bahasa Sunda artinya Pelabuha. Bagaimana mungkin ada pelabuhan di kota Bogor? Ternyata pada masa Pakuan Pajajaran terdapat pelabuhan penting di Kampung ini. Pelabuhan ini arus barang dibawa dengan perahu. Komoditas yang dibawa perahu terdiri dari lada, kopi dan kapulaga. Dari pelabuhan ini melalui kali Cihideung dibawa ke Sunda Kalapa.


Johannes Rach, seorang perwira dan juga pelukis VOC mengambil gambar kampung Dermaga pada 1772 saat mengikuti perjalanan Gubernur Jenderal Van der Parra meninjau kegiatan arus barang komoditas di Dermaga. Gubernur Jenderal bersama istrinya dalam gambar ini tampak tengah dipayungi saat menuju Dermaga Kali Cihideung. Kala itu angkutan di dominasi melalui sungai.



Dalam gambar tampak sepasukan tentara dengan memegang lembing berbaris siap memberi hormat kepada gubernur jenderal dan rombongan. Di belakangnya tampak sejumlah kapal layar dengan empat bendera (Belanda): merah, putih dan biru tengah merapat di kali Cihideung. Inilah yang menyebabkan kawasan ini dinamakan Dermaga sampai sekarang. Dalam gambar goresan tangan pelukis Rach terlihat betapa sibukya kegiatan bongkar muat di Dermaga pada abad ke-18. Terlihat sejumlah gerobak sado yang membawa dan mengangkut barang sementara di tepi sungai terlihat kantor bea cukai dan tempat menyimpan berbagai komoditas.

Komoditas dibawa melalui sungai Cihideung, kali Cideng - orang Jakarta menyebutnya, lalu berbelok di kali Opak, seterusnya tiba di Kali Besar. Di sini komoditas itu dilelang kepada para pembeli yang datang dari mancanegara. Begitu pentingnya dermaga Bogor saat itu, sampai membuat gubernur jenderal sendiri melakukan peninjauan ke pelabuhan sungai (dramaga) tersebut. Menurut majalah ‘Kita Sama Kita’, komoditas pertanian tersebut dihasilkan oleh para petani dan pedagang Tionghoa di Leuwiliang di Ciampea, Bogor. (Berita Bogor)

Kebun Raya Bogor dari Masa Ke Masa

10/12/2015 08:52:00 AM Add Comment
Kebun Raya Bogor merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513), Raja Kerajaan Sunda, yang tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu dibuat untuk menjaga kelestarian lingkungan yaitu tempat pemeliharaan benih benih kayu yang langka. Di samping samida di Bogor ini dibuat juga samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor yaitu Hutan Ciung Wanara. Samida ini dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, sampai Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di satu sudut Samida ini pada pertengahan abad ke-18.

Kebun Raya Bogor



Pada awal tahun 1800 Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor serta punya minat besar pada botani, mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi kebun yang cantik. Dengan bantuan ahli botani, W. Kent - yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah sejarah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang ini.

Ide pendirian Kebun Raya Bogor berkembang setelah seorang ahli biologi, Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Ia mengungkapkan keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru, dan koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun raya yang lain.

Pada tanggal 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama s'Lands Plantentuinte Buitenzorg. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent dari Kebun Botani Kew di Richmond, Inggris. Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seseorang berkebangsaan Jerman yang hijrah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan, kemudian memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg. Reinwardt juga menjadi perintis di bidang herbarium, sehingga ia juga yang mendirikan Herbarium Bogoriense.

Dalam tanah sekitar 47 hektar di sekitar Istana Bogor ini, Reinwardt menggunakannya untuk mengumpulkan tanaman dan benih dari beragam tempat di Nusantara antara tahun 1817 sampai 1822. Sejak saat itu, Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan lebih dari 900 tanaman hidup ditanam di kebun raya bogor.



Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana tapi kemudian dirintis lagi oleh Johannes Elias Teysmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch, dibantu oleh Justus Karl Haßkarl, ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia). Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer pada tahun 1867 menjadi direktur, dan dilanjutkan kemudian oleh Prof. Dr. Melchior Treub.



Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).

Pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah pengurusannya dengan halaman Istana Bogor.  (Berita Bogor)

Naik Joli ke Bogor

10/12/2015 08:16:00 AM Add Comment
Naik Joli ke Bogor - Bogor saat ini sepertinya sudah menyatu dengan Jakarta. Angkutan umum dari Jakarta menuju Bogor atau sebaliknya tidak pernah henti selama 24 jam nonstop. Dalam sehari puluhan kali KRL pulang pergi mengangkut penumpang yang berjubelan. Sebelum dibuka jalur kereta api  di tahun 1873, mereka yang ingin pergi ke Bogor harus berpikir dua kali. Malahan sampai pertengahan 1950-an, hanya ada satu jalan kereta api ke Bogor melalui Cibinong. Angkutan didominasi oleh ‘oplet', yang harus tersendat-sendat karena jalan rayanya hanya dua jalur. Jalan raya Ciputat – Parung – Bogor, kala itu masih jalan tanah.

Jalan raya Jakarta – Bogor yang berjarak 60 km dibangun oleh gubernur jenderal Herman Willem Daendels (1808-1811). Ia juga yang membangun Istana Bogor alias Buitenzorg alias ‘Sains Souci’ terletak disebuah perbatasan perkebunan kopi yang namanya sama. Dikabarkan, Daendels pergi ke Bogor dengan menaiki kereta yang ditarik 30 ekor kuda,  agar setiap saat siap menghadapi lumpur di kota hujan ini.

Untuk masyarakat awam pergi ke Bogor menggunakan kahar, sejenis pedati yang ditarik dua ekor kuda. Kahar mampu membawa empat orang penumpang. Biaya untuk membawa sampai Bogor 12,5 gulden. Ongkos ini cukup mahal bila diingat harga beras 3,5 sen per kg. Jadi, biayanya kurang lebih harga 300 kg beras! Atau bisa juga naik perahu menuju Bogor.


Kalau bepergian sendirian, bisa menyewa joli. Joli ini adalah tandu yang dipikul empat orang. Dua orang pemikul di depan, dua orang di belakang. Naik joli membutuhkan waktu lebih lama dari waktu tempuh dengan naik kahar yaitu mencapai 8 – 10 jam. Apalagi jalan Jakarta – Bogor kala itu masih sunyi. Jarang ditemui warung atau rumah makan ditengah jalan. Jadi mereka yang bepergian harus membawa sendir bekal makanan dan minuman yang cukup banyak.

Tidak jelas berapa ongkos angkut ke Bogor dengan joli. Sejauh ini tidak ada laporan terjadi perampokan atau kejahatan ditengah perjalanan. Bepergian ke Bogor, baik melalui kahar atau joli kala itu dari pusat kota Batavia, yaitu dari Jl Pos atau Grote Postweg depan gedung Museum Sejarah DKI Jalan Fatahila, dekat stasion KA Kota. Di tempat inilah biasanya para sais kahar dan kuli angkut ngetem menunggu penumpang.


Pada masa Inggris, Sir Thomas Stamford Raffles (1811 – 1815), sangat menyenangi kota hujan ini. Raffles berjasa dalam membangun Kebun Raya Bogor, yang letaknya bersebelahan dengan istana Buitenzorg. Malahan istri pertamanya, Olivia Miriamne, dimakamkan di Kebon Raya. Pendiri kota Singapura ini, selama empat tahun pemerintahannya di Nusantara, beliau jarang berada di Batavia. Raffles lebih banyak berada di lingkungan Istana Bogor yang dibangun Daendels. Ia mengadakan perjalanan dari Batavia ke Buitenzorg dengan kereta kebesarannya yang ditarik delapan ekor kuda. Ia juga sering tinggal di Istana Cipanas. Di kedua istana ini, Raffles sering berpesta-pora dengan jamuan mewah dan banjir sampanye.  (Berita Bogor)

Taman Air Mancur menjadi Benda Cagar Budaya

10/12/2015 07:58:00 AM Add Comment
"Taman Air Mancur yang berada di Jalan Jendral Sudirman merupakan kawasan yang termasuk dalam daftar benda cagar budaya (BCB), " kata Shahlan rasyidi, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, Kota Bogor, Jawa Barat.


"Taman Air Mancur masuk dalam daftar BCB yang sedang didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya yang dimiliki Kota Bogor," tambah Shahlan di Bogor.

Shahlan juga ikut mengkritisi adanya reklame yang dipasang di Taman Air Mancur dapat mengurangi nilai estetika sejarah keberadaan pusat titik nol Kota Bogor.

Tidak hanya itu, lanjut Shahlan, pembangunan di kawasan sepanjang Jalan Sudirman telah membuat garis imajiner antara Istana Bogor dengan Air Mancur menjadi tidak satu garis lurus lagi.

"Jalan Sudirman itu dulunya merupakan jalan utama di Kota Bogor, bagian dari Jalan Postweg atau Jalan Raya Pos dari Anyer sampai Panarukan yang dibangun pada zaman Hindia Belanda di masa pemerintahan Gubernur-Jenderal Herman Willem Daendels," jelasnya.

Shahlan juga mengatakan bahwa Taman Air Mancur yang ada di Kota Bogor termasuk air mancur pertama paling tua yang ada di Indonesia.

"Maka itu kita telah mendaftarkan Air Mancur sebagai Benda Cagar Budaya, tujuannya agar warisan budaya ini tetap terjaga, lestari dan tidak rusak," tambahnya.



Lokasi Air Mancur dulunya adalah lokasi Witte Pall (Pilar Putih) yang menjadi titik triagulasi primer Pulau Jawa dibangun oleh Gubernur Jenderal DJ De Eerens dihancurkan pada tahun 1836-1840.

Pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 1958, panitia mengusulkan agar semua peninggalan Belanda dimusnahkan termasuk Witte Pall. Pada tahun 1964, Witte Pall dihancurkan dengan cara didinamit, lalu bekas tempat yang kosong dibangun kolam lengkap dengan air mancur.

Sejak zaman dulu hingga sekarang, lokasi witte pall ramai dikunjungi khususnya remaja yang menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama teman-teman di hari libur. Pemerintah Kota Bogor melakukan penataan dengan mempercantik kawasan Air Mancur.  (Berita Bogor)