Showing posts with label Wisata Bogor. Show all posts
Showing posts with label Wisata Bogor. Show all posts

Pohon Jodoh di Kebun Raya Bogor

10/16/2015 08:30:00 PM Add Comment
Pohon Jodoh di Kebun Raya Bogor - Kebun Raya Bogor banyak menyimpan banyak cerita unik,  yang hingga kini masih banyak dipercaya sebagian masyarakat. Di antaranya yaitu jembatan (putus) cinta, konon barang siapa yang berpacaran di Kebun raya, akan kandas hubungannya. Selain itu terdapat juga cerita mengenai pohon jodoh. Konon pasangan yang berkenalan di dekat pohon jodoh di Kebun Raya ini, maka hubungan keduanya akan ke jenjang pernikahan.


Cerita unik di atas bersumber pada adanya dua pohon yang "serupa." Letak kedua pohon ini tidak jauh dari jembatan gantung berwarna merah. Di tengah kedua pohon ini terdapat kursi panjang yang terbuat dari beton sebagai tempat duduk pengunjung, yang lelah berjalan.

"Pohon yang berwarna hitam ini pohon kenari dan pohon di sebelahnya yang berwarna putih adalah pohon beringin putih, tetapi kalau orang tidak tahu keduanya dianggap pohon yang sama," papar Nanang, seorang pemandu wisata di Kebun Raya Bogor.

Nah, karena kemiripan bentuk dan perbedaan warnanya saja, kedua pohon tersebut dianggap perlambang sepasang kekasih, laki-laki dan perempuan. Pohon kenari yang berwarna hitam adalah si laki-laki dan pohon beringin putih yang kuning adalah perempuannya.Keduanya seakan dijodohkan alam untuk ditempatkan di Kebun Raya. Tidak heran, bila kedua pohon ini kemudian disebut pohon jodoh.  "Entah bagaimana awalnya, sehingga banyak yang bilang di tempat ini kedua pohon ini bertemu dan berjodoh.  Makanya sering disebut pohon jodoh. Nah, konon kalau kenalan dengan pasangan lawan jenis di sini bisa langgeng, tetapi itu kepercayaan masing-masing gak ada buktinya," jelasnya.

Cerita pohon jodoh ini membuat banyak penasaran orang. Tidak sedikit yang ingin mencari jodoh di Kebun Raya. "Kalau orang luar kota ke sini, pasti yang ditanya dimana lokasi jembatan merah sama pohon jodoh. Mereka banyak yang pengen tahu," ujar Tatang, petugas kebersihan di Kebun Raya Bogor.

Baca Juga : Jembatan Putus Cinta di Kebun Raya Bogor 
Banyaknya cerita unik ini, tidak dipungkiri membuat daya tarik tersendiri untuk Kebun Raya Bogor. Tidak heran banyak pengunjung yang sengaja datang untuk melihat pohon jodoh dan jembatan putus cinta di jantung kota Bogor ini.

Cerita unik pohon jodoh ini juga sering dikait-kaitkan dengan makam keramat Ratu Galuh. Hal tersebut dikarenakan lokasi pohon jodoh ini memang tidak jauh dari komplek makam istri kedua Prabu Siliwangi itu."Jadi selain bisa memutuskan orang pacaran, Kebun Raya juga tempat mencari jodoh. Begitulah kira-kira kata orang dulu. Hahahahha," kelakar Tatang. (Berita Bogor)

Kebun Raya Bogor dari Masa Ke Masa

10/12/2015 08:52:00 AM Add Comment
Kebun Raya Bogor merupakan bagian dari 'samida' (hutan buatan atau taman buatan) yang telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513), Raja Kerajaan Sunda, yang tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu dibuat untuk menjaga kelestarian lingkungan yaitu tempat pemeliharaan benih benih kayu yang langka. Di samping samida di Bogor ini dibuat juga samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor yaitu Hutan Ciung Wanara. Samida ini dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, sampai Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di satu sudut Samida ini pada pertengahan abad ke-18.

Kebun Raya Bogor



Pada awal tahun 1800 Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor serta punya minat besar pada botani, mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi kebun yang cantik. Dengan bantuan ahli botani, W. Kent - yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah sejarah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang ini.

Ide pendirian Kebun Raya Bogor berkembang setelah seorang ahli biologi, Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Ia mengungkapkan keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru, dan koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun raya yang lain.

Pada tanggal 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama s'Lands Plantentuinte Buitenzorg. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent dari Kebun Botani Kew di Richmond, Inggris. Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seseorang berkebangsaan Jerman yang hijrah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan, kemudian memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg. Reinwardt juga menjadi perintis di bidang herbarium, sehingga ia juga yang mendirikan Herbarium Bogoriense.

Dalam tanah sekitar 47 hektar di sekitar Istana Bogor ini, Reinwardt menggunakannya untuk mengumpulkan tanaman dan benih dari beragam tempat di Nusantara antara tahun 1817 sampai 1822. Sejak saat itu, Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Pada masa itu diperkirakan lebih dari 900 tanaman hidup ditanam di kebun raya bogor.



Pada tahun 1822 Reinwardt kembali ke Belanda dan digantikan oleh Dr. Carl Ludwig Blume yang melakukan inventarisasi tanaman koleksi yang tumbuh. Ia juga menyusun katalog kebun yang pertama berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tanaman. Pelaksanaan pembangunan kebun ini pernah terhenti karena kekurangan dana tapi kemudian dirintis lagi oleh Johannes Elias Teysmann (1831), seorang ahli kebun istana Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch, dibantu oleh Justus Karl Haßkarl, ia melakukan pengaturan penanaman tanaman koleksi dengan mengelompokkan menurut suku (familia). Teysmann kemudian digantikan oleh Dr. Rudolph Herman Christiaan Carel Scheffer pada tahun 1867 menjadi direktur, dan dilanjutkan kemudian oleh Prof. Dr. Melchior Treub.



Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894).

Pada tanggal 30 Mei 1868 Kebun Raya Bogor secara resmi terpisah pengurusannya dengan halaman Istana Bogor.  (Berita Bogor)

Wisata Puncak Bogor

10/11/2015 12:08:00 PM Add Comment
Wisata Puncak Bogor merupakn lokasi wisata terkenal di Bogor. Kawasan Puncak di Bogor ini sering kali dipadati oleh para pengunjung pada saat akhir pekan. Puncak Bogor menjadi tujuan wisata favorit warga Jakarta untuk menghabiskan akhir pekan mereka. Gak heran kalau trafik lalu lintas dari Jakarta menuju kawasan Puncak Bogor kerap kali dipenuhi oleh kendaraan berplat nomor polisi B.



Wisata Puncak Bogor menawarkan wisata alam yang memikat, tanpa perlu biaya mahal untuk menikmati hari libur di Puncak Bogor. Secara geografis, kawasan Puncak Bogor berada di wilayah pegunungan yang membentang antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Iklim pegunungan yang sejuk berudara bersih, pemandangan hijau menyegarkan, dan panorama alam indah membuat reputasi Puncak Bogor begitu terkenal untuk para penikmat perjalanan. Dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti penginapan dan hotel, cafe, restoran tersedia lengkap di kawasan Puncak Bogor. Tak hanya itu, ada banyak sekali vila yang disewakan untuk para wisatawan.

Menikmati suasana alam Puncak yang menyegarkan selama beberapa hari akan membuat tubuh kembali rileks. Bagi warga Jakarta, hal ini menjadi daya tarik utama untuk datang dan menginap di Puncak Bogor, terlebih di akhir pekan. Jika ingin agak sedikit lebih jauh, Anda dapat pergi ke Lembang Bandung untuk bersantai.  (Berita Bogor)

Istana Bogor

10/11/2015 11:35:00 AM Add Comment
Istana Bogor - Istana Kepresidenan Bogor berada di Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kotamadya Bogor, Jawa Barat.  Istana Bogor terletak sekitar 60 kilometer dari Jakarta atau 43 kilometer dari Istana Cipanas. Istana Bogor berada di atas tanah berkontur datar, seluas 29 hektar. Karena berada di ketinggian 290 meter dari permukaan laut dan beriklim sedang, gak heran kalau Udara di sekitar Istana Bogor sejuk sangat sesuai untuk peristirahatan. Alam disekitar istana ini juga indah dan terasa nyaman, halamannya ditata seakan-akan tampak laksana permadani hijau yang terhampar mengelilingi bangunan istana. Sejauh mata memandang, terbentang hamparan rumput yang segar menghijau, yang dirindangi oleh lebatnya aneka daun pepohonan terdiri dari 346 jenis pohon; enam ratusan ekor rusa tutul (Axis-axis) yang bergerombol kesana-kemari; serta kolam-kolamnya berhias bunga teratai dan air semburat.



Sejarah Istana Bogor dimulai saat Gubernur Jenderal Belanda bernama G.W. Baron van Inhoff, mencari tempat peristirahatan dan berhasil menemukan sebuah pesanggrahan (10 Agustus 1744) yang diberi nama Buitenzorg (artinya bebas masalah/kesulitan). Gubernur Baron sendiri yang membuat sketsa dan membangunnya (1745-1750) mencontoh bangunan Blehheim Palace, kediaman Duke of Malborough, yang terletak dekat kota Oxford di Inggris.



Pada tanggal 10 Oktober 1834 terjadi musibah gempa bumi berat mengguncang kota bogor dan sekitarnya sehingga istana bogor rusak berat. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Albertus Yacob Duijmayer van Twist (1851-1856) bangunan lama sisa gempa itu dirubuhkan dan dibangun dengan mengambil arsitektur Eropa Abad IX. Pada tahun 1870, Istana Bogor ditetapkan menjadi kediaman resmi para Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia. Penghuni terakhir Istana Buitenzorg adalah Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborg Stachourwer yang dengan terpaksa harus menyerahkan istana bogor ini kepada Jenderal Imamura, pemeritah pendudukan Jepang.



Dalam sejarah telah tercatat sebanyak 44 gubernur jenderal Belanda pernah menjadi penghuni istana ini. Setelah masa kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor (1950) mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia.  (Berita Bogor)

Kota Bogor

10/10/2015 10:01:00 PM Add Comment
Kota Bogor, sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Pada masa kolonial Belanda, Kota Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg (boit'n-zôrkh) yang berarti "tanpa kecemasan" atau "aman tenteram". Kota Bogor terletak 54 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Dulu luasnya 21,56 km², namun saat ini telah berkembang menjadi 118,50 km² dan berpenduduk 1.934.796 jiwa (BPS 2010). 

Kota Bogor


Kota Bogor juga dikenal dengan julukan kota hujan, karena Kota Bogor memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Saat ini Kota Bogor memiliki 6 (enam) kecamatan, yaitu Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Tengah, Bogor Timur, Bogor Utara, dan Tanah Sareal serta dibagi lagi menjadi 68 kelurahan. 

Tanggal 3 Juni dijadikan sebagai Hari Jadi Kota Bogor 3 Juni. Tanggal itu diambil karena pada tanggal 3 Juni 1482 adalah saat penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.

Bogor juga berarti tunggul kawung, juga berarti daging pohon kawung yang biasa dibuat sagu (di daerah Bekasi). Dalam bahasa Jawa, Bogor berarti pohon kawung dan kalau digunakan sebagai kata kerja "dibogor" berarti disadap. Dalam bahasa Jawa Kuno, pabogoran berarti kebun kaung, sedang pada bahasa Sunda umum, menurut Coolsma, L Bogor berarti droogetapte kawoeng (pohon enau yang telah habis disadap) atau bladerlooze en taklooze boom (pohon yang tak berdaun dan tak bercabang). Dengan kata lain istilah tersebut sama dengan pengertian kata pugur atau pogor.  (Berita Bogor)